Agu 19

Kirab Budaya dan Pawai Kendaraan Hias Tahun 2015

KelSamaan–Dalam rangka memperingati HUT RI ke 70 Th pada Tahun 2015 ini, Kelurahan Samaan ikut menjadi peserta Pawai Kendaraan Hias yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 19 Agustus 2015, yang dimulai Start dari depan Balai Kota Malang dan Finish di depan kantor Bakorwil III Jl. Simpang Ijen.

IMG_9088
IMG_9098
IMG_9103
IMG_90891
IMG_9093

Agu 19

Rute Kirab Budaya dan Pawai Kendaraan Hias Tahun 2015

Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali akan menggelar Kirab Budaya 2015 dalam rangka memperingati HUT ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pawai budaya dan karnaval mobil hias tersebut akan digelar pada:

Rabu, 19 Agustus 2015, mulai pukul 10.00 WIB.

Mengambil start di depan Balai Kota Malang. Tahun ini setidaknya lebih dari 70 peserta mobil hias dari berbagai instansi Pemerintah, BUMN maupun Swasta akan ambil bagian dalam event kali ini.

RUTE DEFILE KIRAB BUDAYA (Perjalanan yang jalan kaki) :

(START) Depan Balai Kota Malang – Jl. Kahuripan – Jl. Semeru
(FINISH) Jl. Tangkuban Perahu

Rute Kirab Budaya (Peserta Jalan Kaki), Rabu (19/8/2015)
Rute Kirab Budaya (Peserta Jalan Kaki), Rabu (19/8/2015)

 

RUTE DEFILE KENDARAAN HIAS

(START) Depan Balai Kota Malang, Jl Tugu – Jl. Kahuripan – Jl. Semeru – Jl. Ijen – Jl. Simpang Balapan
(FINISH) Depan Bakorwil III Jatim, Jl. Simpang Ijen

Rute Pawai Mobil Hias, Rabu (19/8/2015)
Rute Pawai Mobil Hias, Rabu (19/8/2015)

Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang

http://budpar.malangkota.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=293:kirab-budaya-dan-pawai-kendaraan-hias-tahun-2015&catid=10:kegiatan&Itemid=15

Agu 05

HUT REPUBLIK INDONESIA Ke-70 Tahun

Logo HUT RI 70 (warna)

Gerakan Nasional“Ayo Kerja” Pada 70 tahun Indonesia Merdeka

Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku

Di sanalah aku berdiri untuk selama-lamanya

……………………………………………………

Bangunlah jiwanya, bangunlah raganya

Untuk Indonesia Raya

Tujuh puluh Indonesia Merdeka adalah rakhmat tak ternilai dari Allah Yang Maha Kuasa. Kita meyakini sebagaimana para Bapak dan Ibu Bangsa Indonesia meyakini, bahwa Indonesia Merdeka adalah suatu jembatan emas untuk mewujudkan semua harapan berbangsa dan bernegara, yakni: memiliki Indonesia yang “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”

Harapan itu hanya bisa dicapai dengan kerja. Hanya melalui kerja sebuah bangsa akan meraih kemakmuran dan kejayaannya. Hanya melalui kerja, bangsa Indonesia akan bisa membangun jiwa dan sekaligus membangun raganya untuk kejayaan Indonesia Raya. Hanya melalui kerja, Republik Indonesia akan dapat berdiri kokoh untuk selama-lamanya dan mampu mewujudkan semua cita-cita mulia yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

Kerja yang dimaksud bukanlah semata-mata kerja biasa. Kerja haruslah dilakukan dengan keinsyafan akan kekuatan dari Persatuan Indonesia. Kerja yang dilakukan dengan gotong royong. Gotong royong dari seluruh anak bangsa tanpa kecuali. Gotong royong bukan hanya urusan rakyat, para pemimpin-pun harus mampu memberi contoh bergotong royong dalam kerja. Karena kita yakin bahwa tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia hari ini dalam aras nasional, regional dan global memerlukan suatu upaya bersama yang melibatkan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Gotong-royong dalam kerja seharusnya menjadi jiwa gerakan perayaan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.

Melalui Gerakan Nasional 70 Tahun Indonesia Merdeka, yang dicanangkan tepat di Nol Kilometer Indonesia di Kota Sabang ini, Presiden Joko Widodo bertekad menjadikannya sebagai titik tolak mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia dengan gotong royong. Presiden Joko Widodo ingin menggunakan momentum perayaan 70 tahun Indonesia merdeka untuk memperbarui tekad dalam mewujudkan harapan seluruh rakyat Indonesia. Harapan para petani. Harapan para nelayan. Harapan kaum buruh, Harapan rakyat di kawasan perbatasan dan pulau- pulau terluar. Harapan dari segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dengan keinsyafan itulah, dari Nol Kilometer Indonesia ini Presiden Joko Widodo menyerukan: Ayo Kerja! Ayo Kerja! Ayo Kerja! Presiden Joko Widodo mengajak kerja bersama-sama untuk membuat harapan rakyat itu bisa terwujud. Gerakan “Ayo Kerja” ini merupakan satu langkah besar mewujudkan impian Indonesia Merdeka dalam arti sesungguhnya.

Ayo kerja bukanlah slogan semata melainkan sebuah pergerakan. Pergerakan apa? Pergerakan seperti halnya yang pernah dibayangkan oleh Bung Karno, Bapak Bangsa dan Proklamator Kemerdekaan bahwa “…pergerakan kita janganlah pergerakan yang kecil-kecilan; pergerakan kita itu haruslah pada hakekatnya suatu pergerakan yang ingin mengubah sama sekali sifatnya masyarakat, suatu pergerakan yang ingin menjebol kesakitan-kesakitan masyarakat sampai kesulur-sulurnya dan akar-akarnya.” Presiden Joko Widodo memiliki keyakinan yang sama bahwa pergerakan yang kita ingin bangun adalah pergerakan menjebol mentalitas bangsa yang berada dalam keterjajahan, ketertindasan, ketidakadilan, ketidak merdekaan serta membangun mentalitas baru sebagai bangsa yang merdeka 100 persen. Itulah makna yang paling mendasar dari revolusi mental

Ayo Kerja! Sesungguhnya adalah perwujudan praktis dari gerakan revolusi mental yang juga dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sejak awal pemerintahannya. Revolusi mental itu bukan hanya untuk rakyat namun harus menjangkau dan mengikat para penyelenggara negara. Para penyelenggara negara memiliki tanggung jawab moral maupun konstitusional untuk bekerja jujur, tanpa pamrih, melayani rakyat secara paripurna.

Gerakan Nasional “Ayo Kerja” tidak ingin berhenti pada slogan ataupun perayaan semata, tapi gerakan ‘Ayo Kerja’ ingin menjadi gerakan nyata yang diharapkan mampu membangkitkan semangat rakyat dalam mewujudkan impian Indonesia Merdeka. Gerakan “Ayo Kerja” juga berupaya mendorong partisipasi seluruh rakyat Indonesia untuk terlibat, turun tangan secara bersama-sama mewujudkan impiannya.

Dalam pencanangan Gerakan Nasional “Ayo Kerja” ini, Presiden Joko Widodo menyaksikan pembacaan impian Indonesia 70 Tahun ke depan dari salah seorang perwakilan anak bangsa di ujung paling barat Indonesia. Penulisan impian anak bangsa itu akan disimpan secara rapi dalam “Kapsul Waktu”. Membayangkan Indonesia 70 Tahun ke depan di harapkan bergulir di seluruh pelosok Indonesia: mulai dari desa-desa di pedalaman, kampung-kampung pesisir sampai dengan di kota-kota. Impian seluruh rakyat Indonesia dari 34 Provinsi akan disimpan dalam “Kapsul Waktu” yang rencananya perjalanannya berakhir di Provinsi Papua, tepatnya di ujung timur Indonesia, Merauke. Di Merauke inilah Presiden Joko Widodo akan menuliskan impiannya tentang 70 Tahun Indonesia ke depan dan menyimpannya dalam “Kapsul Waktu”. Membayangkan Indonesia masa depan melalui “Kapsul Waktu”, adalah menuliskan harapan tentang kemajuan dan kejayaan Indonesia Raya. Tugas kita bersama untuk bergerak mewujudkannya.

Ayo Kerja!

 Sumber : Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia

Gerakan Nasional 70 tahun Indonesia Merdeka

1. Logo: [download]
70 tahun Indonesia Merdeka
2. Rilis Gerakan Nasional 70 tahun Indonesia Merdeka [download]
3. Surat Edaran Tema dan Logo Peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan RI Tahun 2015 [download]

Jun 30

PEMBAGIAN SANTUNAN oleh ABAH ANTON dan UMI FARIDA

KelSamaan–pada hari ini, Selasa 30 Juni 2015 di Kantor Kelurahan Samaan telah dilaksanakan pembagian santunan untuk Anak Yatim Piatu dan Kaum Duafa. Santunan Diberikan oleh Abah ANTON dan Umi Farida yang mana santunan ini berasal dari uang pribadi. Penerima Santunan ini berjumlah 41 Anak Yatim Piatu dan 200 Orang Kaum Duafa. Acara ini juga dihadiri oleh Camat Klojen, Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Samaan.

 

IMG_7750
IMG_7754
 IMG_7762

ABAH ANTON dan UMI FARIDA

IMG_7835
IMG_7824
IMG_7798
IMG_7796

PEMBAGIAN SANTUANAN KEPADA ANAK YATIM PIATU dan KAUM DUAFA

IMG_7785
Untitled
MAUIDHOTUL HASANAH oleh Abdul Wachid Ghozali (GUS WACHID) Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam yang berada di Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

 

Jun 18

Mudik Gratis Tahun 2015 Bareng Dishub Kota Malang

PEMBERITAHUAN MUDIK GRATIS TAHUN 2015

Tujuan dan Pemberangkatan Bus Mudik Gratis Tahun 2015 bersama Dinas Perhubungan Kota Malang

1. MALANG-SUMENEP
Rute: Malang-Bangkalan-Tanah Merah-Blega-Sampang-Pamekasan-Lalang-Sumenep
2. MALANG-BOJONEGORO
Rute: Malang-Pandaan-Gresik-Lamongan-Babat-Bojonegoro
3. MALANG-TRENGGALEK
Rute: Malang-Blitar-Ngunut-Tulungagung-Trenggalek
4. MALANG-BANYUWANGI
Rute: Malang-Probolinggo-Wonorejo-Tanggul-Jember-Mrawan-Genteng-Banyuwangi
5. MALANG-PONOROGO-PACITAN
Rute: Malang-Batu-Pare-Kertosono-Nganjuk-Madiun-Ponorogo-Pacitan
6. MALANG-NGAWI
Rute: Malang-Batu-Jombang-Nganjuk-Caruban-Ngawi
7. MALANG-TUBAN
Malang-Batu-Jombang-Tuban
8. MALANG-MAGETAN
Rute: Malang-Nganjuk-Caruban-Madiun-Magetan
Keterangan:
  • Tempat Pendaftaran di Dinas Perhubungan Kota Malang, Jl. Raden Intan No. 1 Malang
  • Pendaftaran mulai tanggal 3 Juni 2015, Waktu: hari dan jam kerja (Pukul 08.00 WIB s.d 14.00 WIB)
  • Pendaftaran ditutup sampai tempat duduk bus penuh
  • Persyaratan:
    1. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) 1 (satu) lembar bagi yg berangkat satu keluarga
    2. Fotokopi KTP bagi perorangan
  • Berangkat hari RABU tanggal 15 Juli 2015 pukul 07.00 WIB
  • Tempat Pemberangkatan: Depan Balai Kota, Jl. Tugu No. 1 Malang
Mudik-Bareng-Dishub-2015

Sumber: http://mediacenter.malangkota.go.id/2015/06/mudik-gratis-tahun-2015-bareng-dishub-kota-malang/#ixzz3dNI1ap3Z

Post sebelumnya «

» Post terbaru